Teknik Menulis Ala Jovan

Sombong banget itu judul ah!. wkwk

Setelah beberapa orang yang sering membaca tulisanku menanyakan tentang cara menulis barulah ada niatan posting kayak gini. Aku masih amatiran, dan terusterang aku gak tau ini namanya teknik apa dan teorinya apa. Jadi, aku berbagi cara menulis yang aku terapin aja ya. Umumnya, sama sih untuk menulis naskah drama, cerita pendek, dan script film.

  1. Sebelum nulis, biasanya aku cari referensi berupa film, musik, atau buku untuk memantik kerja otak supaya ada ide.
  2. Setelah dapat ide, aku siapin kertas buat coret-coret konsep . Misalnya, premis ceritanya gimana. settingnya, konfliknya, tokoh dan penokohan, dll. Biasanya aku konsepin dulu secara detail.
  3. Selanjutnya, pasca konsep udah tersusun rapi. Aku observasi, disinilah kemampuan kepo kita teruji kuy. Observasinya bisa ke lapang (jarang banget), wawancara (kadang-kadang), searching om google (nah ini dia), atau baca buku. Pokoknya cari referensi lagi terkait konsep, supaya waktu nulis detail dan pembaca bisa hanyut ya. Inget, penulis adalah penyihir emosi dalam aksara. CUIH!
  4. Kemudian, bikin alur dan outline. Bdw, aku bikin cerita biasanya yang gak jauh-jauh dari kehidupanku.
  5. Semuanya udah siap? berarti kita harus mencari kalimat pertama yang menggelegar, heboh, bikin kepo. Pokoknya, kalimat pertama harus mantep karena ini bakal nentuin masa depan wkwk.
  6. Sembari mikirin kalimat pertama, hidupin musik secara random. Kenapa random? karena akan jadi ritme emosi waktu nulis. Tapi, kalau musik pertama gapapa cari musik yang sejiwa sama cerita.
  7. Baca lagi konsep dan outline, resapin musik, dan pejemin mata. Kasih ruang buat kalian bersatu dengan cerita. Ini penting banget loh. Soalnya, ini bisa bikin kita konsentrasi, menjiwai, dan mencintai ceritanya. Lebay emang, tapi ini caraku wkwk
  8. Setelah, menemukan kalimat pertama. Mulailah proses menulis. Buat jaga emosi cerita, bisa ngetik sambil dilafalin. Jadi, bener-bener berkata-kata. Gak harus selama proses nulis gitu, capek wkwk.
  9. Buat bantu-bantu deskripsiin setting, gak ada salahnya liat-liat gambar hasil observasi terkait cerita biar dapet detailnya.
  10. Lanjutin aja proses nulis sampai selesai, inget konsep dan outline kalau ditengah jalan nyimpang. Tapi, kalau memang dibutuhin nyimpang dikit dari konsep, noproblem.
  11. Setelah kelar semua, baca lagi. edit.

Lebay bangetkan cara nulisku. Makanya dari kemarin ditanyain cara nulis, aku nyengir doang. Malu kuy. Bdw, nulis cari waktu yang tepat ya. Cari waktu dan suasana ternyaman. Aku biasanya nulis kalau perut udah kenyang, kamar harus gelap tapi ada lampu kelap-kelip gitu, dan sepi-sesepinya sampai cuma suara dari dalam diri sendiri yang kedengeran. Inget, kita perlu menjadi gila ketika menulis cerita. Jadi, kita perlu sendiri. Gak mungkinkan waktu nulis karena terlalu hanyut sama tulisan kalian marah, nangis, ketawa dilihatin orang. MALU.

Segitu aja ya, semoga bermanfaat. Maaf kalau ada salah-salah kata dan banyak salah dalam penulisan dipostingan ini. Tetap positif dan rendah hati #pelukpeluk

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s